Studi Kasus Sopir Taksi
CONTOH KASUS SOPIR
TAKSI
Taksi atau Taxi adalah angkutan umum yang menggunakan mobil
untuk mengangkut penumpangnya. Mungkin anda sering naik Taksi / Taxi? kendaraan
ini merupakan kendaraan yang paling nyaman dibandingkan kendaraan umum lainnya
seperti Angkot, Bemo, Bajai, Bis / Bus, Oplet, Ojek, Bus way, Kereta Api,
Dokar, Mini Bus, Ojek Sepeda, dan Becak Karena Taksi / Taxi menawarkan
Fasilitas yang wah untuk ukuran masyarakat biasa namun sepadan dengan fasilitas
yang didapatkan .
Berdasarkan
Jenis Taksi / Taxi dibedakan menjadi 3 (Tiga) jenis Taksi / Taxi pada saat ini
yaitu :
1. Taksi /
Taxi Motor (kendaraan Motor yang memuat 1 orang penumpang)
2. Taksi /
Taxi Reguler (Dengan disain Mobil Sedan yang bisa memuat 4 orang)
3. Taksi /
Taxi Premium (Dengan disain Mobil Jeep yang bisa memuat 6 atau 8 orang)
Tarif taksi
dihitung melalui Tiga cara:
*
menggunakan argometer - dihitung secara otomatis tergantung jumlah jarak yang
ditempuh
*
berdasarkan kesepakatan - penumpang dan pengemudi menyepakati tarif sebelum
(kadang bisa juga sesudah) perjalanan
*
Berdasarkan Tarif yang sudah ditentukan oleh Perusahaan Taksi / Taxi seperti
Harga Saat dibukakan pintu Untuk Taksi / Taxi Premium Rp. 50.000 dan Rp. 10.000
perkilo meter, Taksi / Taxi Reguler Rp. 10.000 dan Rp. 5.000 Perkilo meter,
Taksi / Taxi Motor Rp. 5.000 dan Rp. 1.000 perkilo meter(Catatan : Berdasarkan
Informasi Terakhir dan harga sangat berbeda - beda pada setiap daerah dan
setiap perusahaan Taksi /Taxi di seluruh indonesia)
Perbedaan utama antara Taksi / Taxi dengan angkutan umum
darat yang modern lainnya seperti bus terletak pada jumlah penumpangnya.
Menggunakan mobil, taksi hanya dapat memuat sekitar 1 - 8 penumpang di
dalamnya, dan penumpangnya tersebut biasanya berada dalam satu kelompok
khususnya pada Taksi / Taxi di Negara Indonesia klo dinegara lainnya seperti di
Colombia, Englis, Mexico, Amerika, Australia dan lain - lain Penumpangnya
bisanya tidak saling mengenal karena supir Taksi / Taxi hanya mengambil
penumpang yang satu arah dengan penumpang yang pertama jadi kalo kita Menumpang
Taksi / Taxi diluar negeri kita tidak akan mendapatkan kenyamanan Privasi
seperti yang kita rasakan di Indonesia Terkecuali anda memesan Taksi / Taxi
Premium yang harganya so pasti mahal (Yah harganya sih 2x Lipat dengan harga
Taksi / Taxi Reguler).
Di indonesia sendiri Kasus Pencurian atau perampokan yang
terjadi pada Supir dan Penumpang Taksi / Taxi sangatlah tinggi dimana sering
dilakukan oleh para penumpang dan para supir Taksi / Taxi itu sendiri...
Berikut Tips
untuk menghindari Perampokan Oleh Supir Taksi / Taxi yaitu :
1. Mengecek
bagasi belakang Mobil Taksi / Taxi walaupun tidak menaruh barang di sana hal
ini untuk berjaga - jaga karena tidak sedikit Supir Taksi / Taxi berkomplot dengan
pihak ketiga yang biasanya bersembunyi didalam bagasi belakang..
2. Mengingat
(jika ingatan kuat) atau mencatat Nomor Plat Polisi Taksi / Taxi (klo dibali
lebih dikenal dengan nama DK Mobil atau DK Motor)
3. Mengingat
atau mencatat Perusahaan pemilik Taksi / Taksi kedua hal ini dilakukan untuk
berjaga - jaga seandainya terjadi perampokan di dalam Taxi yang dilakukan supir
Taksi / Taxi, sehingga bisa dengan segera pelakunya tertangkap..
4. Jangan
mengunakan perhiasan berlebihan hal ini dimaksudkan agar tidak adanya keinginan
untuk merampok (seperti kucing diberi ikan ya pasti bakal disikatkan?)
5.
Perhatikan Rute atau jalan yang dilalui jangan sampai kearah yang tidak kita
inginkan jika berubah tanyakan pada supir dan bila menjawab Contoh : "Ah
ini jalan pintas" atau "Tenang saja" segeralah meminta untuk
kembali kejalan semula bila tidak dipatuhi segeralah turun...
6. Ingat
nama dan wajah supir Taksi / Taxi
7. Selalu
waspada
Tips untuk
Menghindari Perampokan oleh Penumpang Taksi / Taxi yaitu
ini untuk
para supir Taksi / Taxi :
1. Jangan
mengambil Resiko mencari penumpang pada malam hari
2. Berbicara
sopan kepada Penumpang apa bila dia adalah perampok minimal anda tidak
dibunuh..
3. Hindari
Penumpang yang naik dijalur sepi
4. Jangan
melewati jalur sepi
5.
Sembunyikan Uang besar di suatu tempat (bukan di kotak uang didalam taksi /
Taxi) untuk meminimalis kerugian perampokan.
6. Selalu
waspada dengan gerak gerik penumpang
7. Berhati -
hatilah dalam mengemudi
8. Pererat
hubungan antar sopir Taksi / Taxi karean merekalah penolong disaat genting
9. Selalu
berkoordinasi selama perjalanan agar nyali perampok ciut
10. Jika
anda mengalami perampokan mengebutlah dengan kecepatan tinggi agar menurunkan
mental permampok dan mengindari anda dibunuh bila anda dibunuh maka besar
kemungkinan perampok juga bakal ikut mati (yang poin no 10 ini adalah tidakan
nekat jadi tidak direkomendasikan oleh kami)

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda